BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 24 hasil Grant Riset Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP dan 10 inovasi riset mahasiswa dipamerkan kepada publik dalam rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI 2026.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dan teknologi hasil riset di sektor kelapa sawit. Selain pameran, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi sejumlah teknologi unggulan yang dinilai memiliki potensi untuk segera dihilirisasi.
Beberapa inovasi yang didemonstrasikan antara lain Beton Precast Foam Concrete berbasis Biomassa Sawit, Drone Penyerbuk Sawit, serta Astaxanthin dari Palm Oil Mill Effluent (POME). Berbagai inovasi tersebut menjadi gambaran pemanfaatan hasil riset untuk menghasilkan produk dan teknologi yang dapat memberikan nilai tambah bagi industri sawit.
"Program Grant Riset Sawit sendiri telah berjalan sejak 2015. Hingga saat ini, BPDP telah mendukung 466 kontrak penelitian yang melibatkan 109 lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), 1.873 peneliti, serta 383 mahasiswa," kata Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrahman pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dari program tersebut, telah dihasilkan 395 publikasi ilmiah dan 84 paten. Capaian ini menunjukkan kontribusi program riset dalam memperkuat basis pengetahuan dan inovasi untuk mendukung pengembangan industri kelapa sawit nasional.
Pada 2026, BPDP kembali memperkuat dukungan terhadap kegiatan penelitian dengan menandatangani 56 kontrak riset baru. Penelitian tersebut mencakup berbagai bidang strategis, termasuk kajian pengembangan kelapa nasional dan kesiapan implementasi B50.
Ruang lingkup penelitian juga mencakup budidaya, bioenergi, oleokimia, biomaterial, lingkungan, sosial ekonomi, hingga teknologi informasi. Beragam bidang tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan industri sekaligus mendukung pengembangan sawit yang berkelanjutan.
Tidak hanya melalui riset, BPDP juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia. Hingga kini, BPDP telah bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa, serta melatih lebih dari 30 ribu petani dan pekebun.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan. Dengan dukungan pengetahuan dan teknologi yang tepat, hasil riset diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas oleh para pekebun dan pelaku industri.
"Hingga saat ini, lebih dari 100 hasil riset yang didukung BPDP telah memasuki tahap komersialisasi," tambahnya.
Proses tersebut ditandai antara lain dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama industri hingga lahirnya berbagai startup yang berbasis hasil riset.
Ke depan, BPDP akan terus berperan sebagai katalis kolaborasi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi kelapa sawit. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Global Hub for Sustainable Palm Oil Research and Innovation.
Melalui PERISAI 2026, BPDP berharap semakin banyak hasil penelitian dan inovasi yang dapat diterapkan di lapangan. Hilirisasi riset diharapkan mampu memperkuat daya saing industri sawit nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pekebun, pelaku industri, dan masyarakat luas. (TESTI PRISCILLA)









