BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jumlah penyu yang mendarat dan membuat sarang di Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang pada 2016 bertambah ketimbang tahun sebelumnya.

Menurut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Resort TWA Tanjung Keluang Siswanto, ada beberapa hal yang membuat jumlah penyu yang membuat sarang di TWA Tanjng Keluang bertambah. Apa saja?

1. Berkurangnya perburuan telur penyu

Aktivitas perburuan penyu oleh masyarakat sepanjang 2016 sudah jauh berkurang. "Selain hampir setiap malam kami melakukan patroli, kunjungan dan penyuluhan yang terus menerus dilakukan kepada masyarakat yang beraktivitas sebagai nelayan selama ini mulai menunjukkan hal yang menggembirakan. Karena kesadaran masyarakat terhadap satwa yang dilindungi mulai meningkat," jelas Siswanto.

2. Ketersediaan pakan

Ketersediaan pakan penyu di kawasan TWA Tanjung Keluang berupa Lamun (Seagrass) dan rumput laut (algae) yang masih terjaga, juga menarik perhatian penyu untuk singgah dan bertelur di pantai TWA Tanjung Keluang.

3. Aktivitas pengunjung

Aktivitas pengunjung pantai pada malam hari juga berhasil dikendalikan. Artinya ada lokasi khusus yang benar-benar dijaga dari keberadaan manusia, agar penyu tidak takut untuk mendarat.

4. Kebersihan pantai

Kebersihan pantai yang terjaga dari sampah an-organik juga berhasil membuat penyu tertarik untuk bertelur di pantai TWA. (WAHYU KRIDA/B-2)