SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mengkaji kemungkinan peningkatan status bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat. Namun, penetapan status tersebut masih menunggu data kualitas udara sebagai salah satu parameter utama.

"Kami lakukan kalkulasi ulang terkait situasi karhutla. Ada fitur yang belum kami dapatkan pada kualitas udara," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini sudah terdapat tiga parameter yang memenuhi kriteria menaikkan status kebencanaan sesuai dokumen rencana kontinjensi.

Parameter yang telah terpenuhi yakni frekuensi kejadian karhutla mencapai empat hingga lima kali dalam sehari, tinggi muka air tanah sudah berada di bawah minus 60 sentimeter, serta jumlah hotspot telah melebihi lima titik.

Meski demikian, BPBD masih menunggu data kualitas udara sebelum memutuskan peningkatan status bencana agar penetapannya benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

"Terkait kualitas udara kami lagi komunikasi dengan BPBPK Provinsi Kalteng. Dan dalam setiap kesempatan, hal ini selalu kami sampaikan pada pertemuan virtual setiap hari dan juga kepada instansi pengampu pada urusan kualitas udara, baik kabupaten maupun provinsi," ujarnya.

Menurut Multazam, kualitas udara menjadi indikator penting dalam penetapan status bencana karena akan menggambarkan dampak langsung karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

"Kualitas udara menjadi kunci parameter, agar dalam situasi penetapan status menjadi lebih akurat," tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Kotim telah menetapkan status Siaga Bencana Karhutla dan Kekeringan selama 185 hari, terhitung sejak 8 April hingga 10 Oktober 2026.

Sementara itu, kejadian karhutla di Kotim terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data BPBD, sepanjang Januari hingga 18 Juli 2026, kebakaran telah menghanguskan sedikitnya 171,9 hektare lahan.

Dalam periode tersebut juga terdeteksi 423 hotspot atau titik panas serta 85 kejadian karhutla, dengan 77 kejadian di antaranya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. (DEWI PATMALASARI/j)