BORNEONEWS, Muara Teweh – Bunda Literasi Kabupaten Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengajak anak-anak membudayakan membaca dan mulai mengembangkan kemampuan menulis sejak usia dini.
Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Tahun 2026 di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Barito Utara, Rabu, 22 Juli 2026.
Maya mengatakan membaca merupakan pintu untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sedangkan menulis menjadi sarana menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui membaca, kita memperoleh ilmu pengetahuan yang luas. Saya berharap anak-anak Barito Utara tidak hanya gemar membaca dan bertutur, tetapi juga mampu menjadi penulis buku,” ujarnya.
Ia berharap karya yang dihasilkan anak-anak nantinya dapat mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, khususnya Kabupaten Barito Utara.
Menurut Maya, Lomba Bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk melatih keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kecintaan terhadap literasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dilatih memahami isi bacaan, mengolah informasi, kemudian menyampaikannya kembali menggunakan bahasa, ekspresi, dan penghayatan yang baik.
“Kemampuan seperti inilah yang akan membentuk generasi cerdas, komunikatif, dan berkarakter,” katanya.
Maya juga mengapresiasi seluruh sekolah yang telah mengirimkan peserta terbaik, termasuk sekolah dari luar Kota Muara Teweh seperti SDN Benangin, SDN 1 Juju Baru, dan SDN 1 Sikui.
Keikutsertaan sekolah dari sejumlah kecamatan dinilai menunjukkan bahwa semangat literasi terus berkembang di berbagai wilayah Barito Utara.
Ia berharap jumlah peserta pada pelaksanaan berikutnya semakin bertambah sehingga kegiatan tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak.
Maya juga berpesan agar para peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan.
“Hari ini kalian semua adalah juara karena sudah berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik,” pesannya.
Menurutnya, pengalaman, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap membaca jauh lebih berharga daripada sekadar memperoleh gelar juara.
Anak-anak juga diajak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, mulai dari cerita tentang rotan, sungai, hutan, budaya lokal, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Pelaksanaan Lomba Bertutur Tahun 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kabupaten Barito Utara.
“Melalui momentum HUT Barito Utara, mari kita bangun generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan memiliki budaya literasi kuat sebagai bekal menuju masa depan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (RAMADHANI/j)









