PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Hasan Busyairi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang mulai mengancam seiring berlangsungnya musim kemarau.

Menurutnya, asap karhutla berpotensi menurunkan kualitas udara dan meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA.

Kelompok yang paling berisiko terdampak meliputi balita, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat,” katanya, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mengatakan ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini oleh pemerintah maupun masyarakat.

Hasan mendorong pemerintah daerah melalui perangkat terkait meningkatkan edukasi mengenai bahaya asap karhutla dan cara melindungi kesehatan.

Pelayanan kesehatan juga perlu diperkuat dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, masker, tenaga medis, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker saat harus beraktivitas,” ujarnya.

Warga juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air minum, serta beristirahat dengan cukup.

Apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Hasan menegaskan pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membakar sampah sembarangan, terutama selama musim kemarau.

Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kabut asap. (MARINI/j)