PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pengawas Pemilu Kota Palangka Raya dan Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Tengah memperkuat sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas informasi kepemiluan.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Media Center Bawaslu Kota Palangka Raya, Rabu, 22 Juli 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara lembaga pengawas pemilu dan insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, edukatif, serta mudah dipahami masyarakat.

Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya Endrawati mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang publikasi dan pemberitaan menjadi salah satu fokus kerja sama.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu kepada masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menyusun dan menyampaikan informasi sesuai kaidah jurnalistik,” katanya.

Ia berharap peningkatan kualitas publikasi dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung edukasi kepemiluan secara berkelanjutan.

Materi edukasi mencakup pentingnya pengawasan partisipatif, tahapan pemilu, pencegahan pelanggaran, serta upaya menangkal informasi menyesatkan.

Bawaslu berharap keterlibatan media dapat memperluas jangkauan informasi kepemiluan hingga seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Tengah M Zainal mengatakan pers sebagai salah satu pilar demokrasi memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Insan pers juga memiliki peran strategis dalam menangkal hoaks maupun isu yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat penyebaran informasi kepemiluan yang sehat, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu dan PWI diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi publik sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif mengawasi proses demokrasi. (MARINI/j)