SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum dipindahkan ke gedung permanen di Jalan Wengga Metropolitan. Pemindahan masih menunggu pembangunan rampung dan seluruh fasilitas siap digunakan.

"Untuk transisi ke permanen belum, kita masih menunggu sampai kesiapan sepenuhnya dari lokasi permanen tersebut," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kotim, M Fahrizal Rahmani, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, gedung permanen diprioritaskan untuk menampung peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Sementara itu, 100 siswa angkatan pertama tetap mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat rintisan yang berlokasi di Islamic Center hingga seluruh fasilitas di gedung permanen selesai dibangun.

Untuk sementara, Sekolah Rakyat di Kotim beroperasi di dua lokasi. Sekolah rintisan di Islamic Center menggunakan nama SRT 55 Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan sekolah permanen di Jalan Wengga Metropolitan akan menggunakan nama SRT 01 Kabupaten Kotawaringin Timur, sesuai ketentuan Kementerian Sosial.

Pada tahun ajaran baru ini, sebanyak 270 siswa baru akan menempati bagian gedung permanen yang telah siap digunakan. Mereka terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Fahrizal mengatakan, penyelesaian pembangunan sekolah permanen mendapat tambahan waktu melalui adendum dari Kementerian Pekerjaan Umum hingga 9 September 2026.

Berdasarkan laporan penyedia jasa, progres pembangunan telah mencapai hampir 80 persen. Pengerjaan kini difokuskan pada penyelesaian fasilitas utama, terutama gedung serbaguna yang akan digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan aktivitas siswa.

Ia menambahkan, pihak pelaksana telah berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai tenggat yang ditetapkan pemerintah.

"Hasil peninjauan terakhir di lapangan menunjukkan pembangunan terus berjalan. Pemasangan atap dan dinding telah dilakukan," ujarnya. (DEWI PATMALASARI/j)