JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk memperkuat ekosistem kreatif melalui peran perguruan tinggi sebagai bagian dari implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak talenta, melahirkan inovasi, hingga mendorong hilirisasi hasil riset agar mampu menjawab kebutuhan industri.

“Kemendiktisaintek merupakan bagian dari Tim Koordinasi Rindekraf. Karena itu, penyelarasan program menjadi penting agar pelaksanaan rencana aksi berjalan terintegrasi dan perguruan tinggi dapat menjadi penggerak pengembangan talenta, riset, dan inovasi kreatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dalam implementasi Rindekraf, kedua kementerian menyepakati tiga fokus utama yakni memperkuat riset ekonomi kreatif melalui pemanfaatan hasil penelitian oleh industri, penyelenggaraan konferensi, serta program matching fund.

Kedua, menyiapkan sumber daya manusia kreatif melalui penyusunan kurikulum berbasis industri, penguatan program magang, dan pengembangan pembelajaran ekonomi kreatif. Selain itu juga memperluas perlindungan kekayaan intelektual melalui pembentukan sentra KI di perguruan tinggi.

Selain menjalankan rencana aksi, kedua kementerian juga membuka peluang kerja sama baru, mulai dari penyusunan peta kebutuhan riset yang sesuai kebutuhan industri, penyediaan beasiswa bidang ekonomi kreatif, hingga penguatan Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif.

Sebagai penguat ekosistem, Kemenekraf juga menyiapkan program unggulan seperti Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Program tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pihaknya siap mengintegrasikan implementasi Rindekraf ke dalam berbagai program kementerian. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki mandat besar dalam menghasilkan riset dan sumber daya manusia unggul yang dibutuhkan industri kreatif.

“Kemendiktisaintek siap berkomitmen penuh mengimplementasikan Rindekraf 2026–2045 melalui penguatan riset, pengembangan pendidikan, dan fasilitasi pelindungan KI. Kami melihat ini sangat prospektif; kami akan sinergikan ke dalam program kami," kata Brian.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, yang diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dunia melalui kontribusi riset, inovasi, dan kebijakan berbasis bukti.

ANTARA