BORNEONEWS, Palangka Raya - Edukasi pasar modal yang digelar Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang mengikuti kegiatan Palangka Raya Bersepeda.
Kegiatan yang menyasar komunitas tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi. Peserta juga aktif berdiskusi terkait berbagai produk serta layanan di sektor pasar modal.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST), Noor Bima Haru Kurniawan, mengatakan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masyarakat sebelum mengambil keputusan finansial.
“Bersepeda mengajarkan kita pentingnya menjaga kebugaran melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menjaga kesehatan finansial. Kondisi keuangan yang sehat dibangun melalui perencanaan yang baik, pengelolaan pengeluaran secara disiplin, serta investasi yang dilakukan secara rutin dan sesuai dengan kemampuan,” jelasnya dalam rilis pada Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Bima, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti edukasi menunjukkan adanya perhatian yang semakin besar terhadap pentingnya pengelolaan keuangan. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat memilih produk dan layanan jasa keuangan berdasarkan kebutuhan serta profil risikonya.
Sinergi OJK Kalteng, BEI Kalteng, dan Komunitas HASI Palangka Raya juga diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke berbagai kelompok masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.
“Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan anggota komunitas, yang memiliki pemahaman memadai mengenai pasar modal serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara legal, aman, dan bertanggung jawab,” demikian disampaikan.
Dengan semakin luasnya edukasi pasar modal, masyarakat diharapkan tidak hanya tertarik untuk berinvestasi, tetapi juga mampu mengenali karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi. Langkah tersebut penting agar keputusan investasi dilakukan secara rasional, sesuai kemampuan, dan terhindar dari berbagai penawaran investasi ilegal. (TESTI PRISCILLA/H)









