BORNEONEWS, Palangka Raya – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya belakangan ini dilaporkan mengalami antrean kendaraan yang cukup panjang.
Kondisi ini sempat memicu keresahan dan kekhawatiran masyarakat akan adanya kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh pengurangan kuota maupun kelangkaan stok.
Pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan manajemen Pertamina untuk memastikan penyebab yang sesungguhnya terjadi di lapangan.
“Kita mendengar memang ada beberapa SPBU yang mengalami antrean Pertalite. Kami juga sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pertamina,” ujar Achmad Zaini, Kamis, 23 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pembicaraan tersebut, antrean muncul karena adanya sedikit keterlambatan dalam proses pengiriman pasokan ke lokasi SPBU.
Selain itu, lonjakan permintaan juga terjadi karena banyak masyarakat yang beralih dari Pertamax ke Pertalite mengingat selisih harga yang cukup signifikan.
“Memang masyarakat banyak beralih dari Pertamax ke Pertalite karena selisih harganya lumayan. Jadi akhirnya masyarakat lebih memilih Pertalite. Penyebabnya sebenarnya tidak ada masalah dengan stok. Stok dan kuotanya masih tetap, hanya memang ada sedikit keterlambatan pengiriman Pertalite,” jelasnya.
Pemerintah Kota meminta kepada pihak Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan selalu tersedia di setiap titik pengisian. Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kita meminta kepada Pertamina agar jangan sampai ada kelangkaan, artinya stok tetap tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Informasinya bukan masalah kuota dikurangi atau kelangkaan. Ini hanya sedikit keterlambatan saja dari Pertamina,” pungkas Achmad Zaini. (PATHUR/H)









