KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan marak terjadi di Kalimantan Selatan kembali mengancam kawasan permukiman. Kali ini, kobaran api melahap lahan di kawasan Lingkar Basirih, Lokasi 3 belakang SMP Negeri 11  Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis petang, 23 Juli 2026.

Kobaran api dengan cepat merambat di lahan yang dipenuhi semak kering hingga mencapai sisi permukiman warga. Dalam sejumlah titik, api terlihat sudah berada di samping rumah penduduk. Kepulan asap pekat menyelimuti kawasan tersebut, mengurangi jarak pandang dan membuat warga panik karena khawatir api merembet ke bangunan.

"Tolong pemadam, apinya mendekati rumah warga," ujar Sadi, warga di lokasi, sambil meminta bantuan agar kobaran api segera dipadamkan sebelum membesar.

Laporan warga langsung direspons oleh sejumlah unit pemadam kebakaran dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Petugas berdatangan dari berbagai pos dan segera menggelar selang pemadam untuk mengepung titik api yang berada paling dekat dengan rumah-rumah warga. Prioritas utama petugas adalah mencegah api melompat ke bangunan di tengah kondisi lahan yang kering.

Setelah berjibaku melakukan pemadaman, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan pada area yang masih mengeluarkan asap guna memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Peristiwa ini menambah daftar karhutla yang mengancam permukiman di Kalimantan Selatan selama musim kemarau. Selain menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga, kebakaran lahan di dekat kawasan hunian memiliki risiko tinggi apabila tidak segera ditangani karena dapat dengan cepat menjalar dan menghanguskan rumah-rumah di sekitarnya.

Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada laporan rumah yang terbakar maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (SABRIANOOR/j)