BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemandangan tak elok dan menggangu kenyamanan warga menghiasi sepanjang Jalan Keruing, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kamis, 23 Juli 2026.
Tumpukan sampah rumah tangga liar terlihat menggunung dan berserakan di setidaknya dua titik pinggir jalan utama tersebut. Bau busuk nan menyengat langsung menyergap siapapun yang melintas, bahkan sebagian sampah plastik berhamburan ke badan jalan akibat tertiup angin deras.
Kondisi ini bukan kali pertama terjadi di kawasan pemukiman warga tersebut. Akses jalan yang seharusnya bersih dan asri kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar akibat minimnya kesadaran oknum masyarakat dan belum optimalnya pengawasan dari dinas terkait.
Kehadiran sampah liar tersebut memicu keluhan mendalam dari warga sekitar yang terpaksa menghirup aroma tidak sedap setiap harinya. Reni, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang terus berulang ini.
"Tidak hanya hari ini, kondisi seperti ini sudah sering terjadi," ungkap Reni saat ditemui di lokasi, Kamis.
Ironisnya, tumpukan limbah rumah tangga tersebut persis berada di samping baliho besar berlatar hijau yang dipasang oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas (DLHK). Spanduk peringatan tersebut secara tegas bertuliskan "Dilarang Membuang Sampah di Sini Karena Ini Bukan TPS", lengkap dengan simbol larangan dan petunjuk lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi terdekat seperti di Jalan Patih Rumbih dan Jalan Tambun Bungai.
Tak hanya itu, area liar tersebut sebenarnya sudah dipasangi garis pembatas berwarna kuning-hitam serta penutup terpal oleh petugas sebagai tanda area terlarang. Namun, upaya imbauan visual dan penyegelan lokasi tersebut seolah tak digubris. Oknum warga yang tidak bertanggung jawab tetap leluasa melempar kantong-kantong sampah ke luar batas garis area pemblokiran.
Dampak dari penumpukan limbah liar ini tidak sekadar merusak estetika Kota Kuala Kapuas dan menimbulkan polusi udara. Potensi bahaya kesehatan seperti ancaman sarang penyakit hingga gangguan keselamatan lalu lintas mengintai para pengguna jalan, mengingat kantong plastik yang terbawa angin sering kali berserakan hingga ke tengah aspal. (SABRIANOOR/j)









