BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ratusan peserta didik MTSN 1 Kapuas telah mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan Pertama (Damkar) Kabupaten Kapuas.
Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran akibat kebocoran tabung gas Elpiji.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai bahaya kebocoran gas. Petugas Damkar menjelaskan cara mengenali tanda-tanda kebocoran melalui bau menyengat serta mengingatkan agar masyarakat tidak menyalakan sakelar listrik maupun sumber api ketika mencium aroma gas di dalam ruangan karena berpotensi memicu ledakan.
Selanjutnya, personel Damkar memperagakan teknik menghentikan sumber kebakaran pada tabung gas yang mengalami kebocoran. Dalam simulasi tersebut diperlihatkan cara memutus pasokan oksigen secara tepat, termasuk melepas regulator dengan cepat dan aman ketika kondisi memungkinkan.
Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan metode pemadaman sederhana menggunakan karung goni atau kain yang telah dibasahi air. Teknik ini dilakukan dengan menutup seluruh bagian api hingga tidak ada celah udara yang dapat membuat kobaran kembali membesar. Petugas juga menegaskan agar masyarakat tidak langsung menyiram tabung gas yang terbakar dengan air.
Usai menerima materi dan menyaksikan demonstrasi, sejumlah peserta didik diberi kesempatan mempraktikkan langsung teknik pemadaman.
Di bawah pengawasan ketat personel Damkar, mereka bergantian memadamkan api pada simulasi tabung gas bocor sehingga memahami langkah-langkah penanganan secara langsung.
Pihak MTsN 1 Kapuas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan kesiapsiagaan bencana sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan sekaligus meminimalkan risiko saat menghadapi keadaan darurat.
Petugas Damkar Kabupaten Kapuas menegaskan bahwa hal terpenting saat menghadapi kebakaran akibat kebocoran gas adalah tetap tenang.
"Kunci utama menghadapi kebakaran akibat kebocoran gas adalah pantang panik. Jangan langsung menyiramkan air ke tabung gas yang terbakar, melainkan putus rantai pasokan oksigennya secara tenang dan terukur," pesan petugas Ahmad, dalam kegiatan Kamis, 23 Juli 2026.
Melalui simulasi ini, seluruh warga MTsN 1 Kapuas diharapkan semakin memahami prosedur keselamatan saat terjadi kebakaran, memiliki keberanian mengambil langkah yang benar dalam kondisi darurat, serta mampu menerapkan pengetahuan tersebut di rumah maupun di lingkungan sekitar sehingga risiko kecelakaan akibat kebakaran dapat diminimalkan. (SABRIANOOR/R)









