BORNEONEWS, Banjarmasin - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah gelombang musim kemarau kian menunjukkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Tidak hanya membakar semak belukar di lahan kosong yang jauh dari akses publik, kobaran api belakangan ini dilaporkan semakin sering menjalar mendekati kawasan pemukiman warga serta fasilitas bangunan vital di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Terbaru, insiden karhutla mengkhawatirkan terjadi pada malam hari di sekitar kawasan Jalan Gubernur Soebardjo, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan pada Kamis malam, 23 Juli 2026. Berdasarkan informasi lokasi, titik api berkobar tidak jauh dari ritel Alfamart Gubernur Soebardjo.
Laporan awal masuk sekitar pukul 23.32 WITA dilaporkan bahwa pergerakan api di lokasi yang merambat cepat akibat tiupan angin malam dan kondisi vegetasi semak yang mengering parah.
"Positif di samping Alfamart, api semakin membesar," demikian informasi masuk yang diterima relawan.
Merespons perihal ini sejumlah armada Damkar dan BPK segera menuju lokasi. Situasi penanganan di lapangan dihadapkan pada kendala yang cukup krusial, disebutkan bahwa ketersediaan sumber air terbuka di sekitar lokasi kejadian sangat minim.
" Untuk sumber air cukup sulit, diperlukan tanki," ungkap Ahmad, salah satu relawan.
Setelah melakukan pembasahan secara intensif, kobaran api berhasil dilokalisir dan dikendalikan hingga akhirnya benar-benar padam beberapa menit kemudian. Kendati api utama telah dipadamkan, petugas di lapangan tetap melakukan penyisiran serta pembasahan. (SABRIANOOR/y)









