KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Barito Kuala - Kebakaran melanda kawasan perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, tepatnya di Desa Muara Pulau, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Jumat pagi, 24 Juli 2026. Api dengan cepat membesar dan membakar permukiman warga yang berada di kawasan padat penduduk.

Berdasarkan laporan awal dari relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) setempat, sedikitnya empat rumah sempat terdampak kobaran api saat peristiwa berlangsung. Kondisi bangunan yang saling berdempetan membuat api dengan mudah merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.

"Kondisi TKP kawasan padat, saat ini sudah ada empat rumah yang terbakar," ujar salah seorang relawan di lokasi saat memberikan laporan awal.

Warga sekitar terlihat panik ketika kobaran api terus membesar. Sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah, sementara lainnya membantu proses pemadaman sembari menunggu armada pemadam tiba.

Relawan setempat, Ahmad, mengatakan beberapa personel dan armada pemadam dari wilayah Marabahan langsung bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan kebakaran. Namun, waktu tempuh menuju lokasi diperkirakan mencapai sekitar satu jam melalui jalur darat.

"Sudah banyak armada Damkar BPK dari Marabahan yang menuju ke lokasi," kata Ahmad.

Ia juga menjelaskan sumber air untuk pemadaman tersedia di Sungai Barito yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Meski demikian, proses penanganan mengalami kendala karena akses jalan menuju titik api tergolong sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada pemadam.

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung. Berdasarkan informasi terbaru dari relawan di lapangan, sedikitnya tiga rumah dilaporkan telah ludes terbakar, sementara petugas gabungan bersama relawan masih berupaya mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun penyebab pasti kebakaran. (SABRIANOOR/y)