PANGKALAN BUN –


BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Daerah Pemilihan (Dapil) I menggelar kegiatan reses di Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang diharapkan dapat menjadi prioritas pembangunan daerah.

Reses dihadiri Ketua DPRD Kobar Mulyadin bersama anggota DPRD Dapil I lainnya, yakni Ali Rahmat, Reformas Agung Gumelar, Abdul Rohman, Hj. Yayang, M. Yasir, Fajar Afrizal, dan Ade Rido Hadi.

Dalam dialog bersama warga, tokoh masyarakat, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para ketua RT, berbagai kebutuhan pembangunan disampaikan secara langsung kepada para legislator.

Salah satu usulan yang menjadi perhatian utama masyarakat adalah permintaan pengerukan atau normalisasi sungai primer dan sekunder. Warga menilai langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memperlancar aliran air di kawasan permukiman dan lahan pertanian.

Selain itu, masyarakat juga meminta perbaikan jembatan kayu yang menjadi akses penghubung menuju Desa Kumpai Batu Atas. Kondisi jembatan yang mulai mengalami kerusakan dinilai perlu segera ditangani demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Usulan lainnya adalah penimbunan Jalan Urip Sukmoharjo yang selama ini menjadi jalur penting masyarakat. Ketua BPD juga menyampaikan harapan agar tanggul di wilayah tersebut dapat diperbaiki, untuk mencegah kerusakan yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, masyarakat mengusulkan bantuan tenda bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha maupun berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Warga juga menyoroti persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Mereka berharap pasokan BBM di wilayah Kotawaringin Barat dapat berjalan lancar, sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan yang menghambat aktivitas masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur dan ekonomi, masyarakat meminta peningkatan upaya pencegahan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kawasan tersebut termasuk daerah yang rawan mengalami kebakaran saat musim kemarau.

Anggota DPRD Kobar, H. Ali Rahmat, menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun sebagai pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, untuk selanjutnya diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah. Tadi masyarakat juga menyampaikan usulan normalisasi sungai, perbaikan jembatan, penimbunan jalan, perbaikan tanggul, bantuan tenda UMKM, kelancaran distribusi BBM, hingga penanganan karhutla," ujar Ali Rahmat.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Di akhir kegiatan, para anggota DPRD Dapil I berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah. (DANANG/R)