BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menyalurkan sekitar 30 ribu liter air bersih kepada warga di sejumlah desa wilayah selatan yang terdampak kekeringan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mentaya Sampit untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Kepala Seksi Hukum dan Humas Perumdam Tirta Mentaya Sampit Natalis Daud mengatakan distribusi dilakukan menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
“Kami sudah mulai menyalurkan air bersih. Total yang disalurkan sejauh ini sekitar 30 ribu liter dan dilakukan secara bertahap,” katanya di Sampit, Jumat, 24 Juli 2026.
Truk tangki tersebut melakukan pendistribusian sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari, menyesuaikan kemampuan armada dan kondisi lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Perumdam berkoordinasi dengan pemerintah desa dan ketua rukun tetangga untuk menentukan titik pembagian air.
Masyarakat kemudian mengambil air bersih di lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah desa.
Penyaluran sementara mencakup sebagian wilayah Desa Samuda Kecil dan Parebok yang belum terjangkau jaringan Perumdam.
Bantuan juga disalurkan ke Desa Lampuyang dan Kuin Permai yang belum memiliki jaringan pelayanan air bersih.
“Wakil Bupati Kotawaringin Timur juga telah meninjau langsung penyaluran air bersih di Desa Lampuyang untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan,” ujar Natalis.
Perumdam Tirta Mentaya juga telah menerima surat permohonan dari Camat Teluk Sampit terkait kebutuhan bantuan air bersih untuk seluruh desa di wilayah tersebut.
Permohonan itu akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kemampuan armada yang tersedia.
Berdasarkan usulan tersebut, terdapat enam desa yang membutuhkan bantuan air bersih dengan total kebutuhan mencapai sekitar 240 ribu liter setiap pekan.
Desa Parebok membutuhkan sekitar 30 ribu liter per pekan untuk 200 kepala keluarga, sedangkan Desa Basawang memerlukan 35 ribu liter untuk 300 kepala keluarga.
Desa Regei Lestari mengusulkan kebutuhan sekitar 40 ribu liter per pekan bagi 320 kepala keluarga.
Selanjutnya, Desa Kuin Permai membutuhkan 45 ribu liter untuk 300 kepala keluarga dan Desa Lampuyang sekitar 70 ribu liter bagi 975 kepala keluarga.
Adapun Desa Ujung Pandaran memerlukan sekitar 20 ribu liter air bersih per pekan untuk memenuhi kebutuhan 350 kepala keluarga.
Natalis mengakui pendistribusian masih terkendala keterbatasan armada karena hanya satu truk tangki yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial.
Sementara tiga truk tangki lainnya tetap dioperasikan untuk melayani distribusi air kepada pelanggan.
Perumdam berharap adanya tambahan armada dari pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, maupun perusahaan swasta agar penyaluran dapat dilakukan lebih optimal.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berharap ada dukungan armada dari perusahaan swasta maupun BPBD. Kami sudah berkoordinasi dan BPBD menyatakan siap membantu sesuai kebutuhan,” pungkasnya.









