KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mendorong aparatur sipil negara membangun budaya berpikir kreatif, kolaboratif, dan adaptif melalui Lomba Inovasi Daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Gunung Mas tersebut dipusatkan di Kuala Kurun.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong mengatakan lomba itu menjadi wadah bagi aparatur untuk menghasilkan gagasan baru dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Lomba ini merupakan wadah untuk menumbuhkan budaya berpikir kreatif, kolaboratif, dan adaptif bagi ASN,” katanya, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurut Jaya, tantangan pemerintahan pada 2026 semakin kompleks. Cara kerja lama yang monoton dinilai tidak lagi memadai untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat yang terus berkembang.

Inovasi, lanjutnya, bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Inovasi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat kemampuan perangkat daerah dalam mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko pembangunan.

Jaya mengatakan keberanian berinovasi harus diiringi kemampuan mengenali potensi risiko, menganalisis dampak, menyusun langkah mitigasi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diperlukan agar setiap inovasi dapat diterapkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunung Mas Richard mengajak seluruh perangkat daerah membangun budaya inovasi yang kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil.

Aspek manajemen risiko juga harus menjadi pertimbangan dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program.

Richard kembali mengingatkan komitmen satu perangkat daerah menghasilkan satu inovasi yang telah ditandatangani seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gunung Mas.

Berdasarkan data Bapperida, baru 13 dari 39 perangkat daerah yang berperan aktif dalam meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah.

Capaian tersebut dinilai masih jauh dari target yang diharapkan pemerintah daerah.

Karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengirimkan sedikitnya satu inovasi setiap tahun.

Inovasi yang disampaikan tidak hanya berupa gagasan, tetapi harus dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan publik.

Kepala Bapperida Gunung Mas Yantrio Aulia dalam laporan yang dibacakan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Vina Valentina Pasaribu mengatakan lomba dibagi menjadi dua kategori.

Kedua kategori tersebut adalah ide inovasi dan penerapan inovasi.

Dewan juri terdiri atas Stepanus dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalimantan Tengah, Indrawan P Kamis dari Universitas Palangka Raya, dan Betri Susilawati dari Sekretariat Daerah Kalimantan Tengah.

“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dengan menjaring ide-ide baru untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik,” kata Yantrio.

Lomba tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Pemkab Gunung Mas menghadapi penilaian Innovative Government Award.