PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan pencegahan menjadi prioritas karena karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi, dan transportasi akibat kabut asap.

“Penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Hal terpenting adalah memperkuat pencegahan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga masyarakat,” katanya di Pangkalan Bun, Jumat, 24 Juli 2026.

Pemkab Kotawaringin Barat terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat peduli api.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat deteksi dini dan mempercepat respons apabila ditemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Edukasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Nurhidayah menilai peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menekan kejadian karhutla, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan aparat kewilayahan meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau kawasan rawan kebakaran.

Sarana dan prasarana penanggulangan juga harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan, sedangkan patroli terpadu perlu diperkuat selama musim kemarau.

Berdasarkan data BPBD Kotawaringin Barat, sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat 63 kejadian karhutla yang telah ditangani.

Luas lahan yang terbakar dalam periode tersebut mencapai sekitar 113,51 hektare.

Data itu menunjukkan upaya pencegahan perlu terus diperkuat agar kebakaran tidak semakin meluas saat memasuki periode kemarau.

Pemkab Kotawaringin Barat menilai keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya diukur dari kecepatan pemadaman, tetapi juga kemampuan menekan jumlah titik api.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui deteksi dini, patroli rutin, edukasi, serta partisipasi masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran.

Nurhidayah mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.