BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara meminta kontraktor pembangunan Jembatan Lemo dan Sistem Penyediaan Air Minum Jingah menjaga kualitas pekerjaan meski harus mengejar target penyelesaian.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan seluruh tahapan proyek harus mengikuti standar teknis agar bangunan memiliki daya tahan jangka panjang dan memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.
“Saya meminta seluruh pihak tidak mengorbankan mutu demi mengejar target waktu. Kualitas fisik bangunan harus memenuhi standar teknis yang berlaku,” katanya di Muara Teweh, Jumat, 24 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau progres kedua proyek strategis daerah bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Rody.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi ketentuan teknis, dan dapat diselesaikan berdasarkan jadwal.
Shalahuddin meminta kontraktor, konsultan pengawas, dan perangkat daerah terkait menjalankan fungsi masing-masing secara optimal.
Pengawasan juga harus dilakukan secara ketat agar setiap kekurangan dalam pelaksanaan proyek dapat segera diperbaiki.
Selain mutu bangunan, Shalahuddin mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 di lokasi proyek.
“Keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja di lapangan harus menjadi prioritas utama selama proses pembangunan berlangsung,” tegasnya.
Menurutnya, penyelesaian tepat waktu tetap penting agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat. Namun, percepatan pekerjaan tidak boleh mengurangi kualitas dan keselamatan.
Jembatan Lemo dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Barito Utara.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, pembangunan SPAM Jingah ditujukan untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan akses warga terhadap air minum yang layak, sehat, dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah terus mengawal seluruh proyek strategis secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Shalahuddin.
Jembatan Lemo yang menghubungkan Muara Teweh dan Lemo merupakan satu dari tiga proyek jembatan prioritas yang melintasi Sungai Barito.
Dua proyek lainnya adalah Jembatan Montallat dan Jembatan Lahei. Ketiganya dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak periode 2026–2029.









