BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Insiden padamnya aliran listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kapuas menyisakan tanda tanya besar terkait kesiapan sistem suplai daya darurat (uninterruptible power supply) di fasilitas kesehatan publik tersebut. Ketidaksesuaian durasi pemadaman antara pengakuan internal pengelola unit dengan penelusuran fakta di lapangan mengindikasikan adanya kendala teknis pada pengoperasian generator set (genset) pendukung.
Satu di antara pengelola Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kapuas yang mengaku bernama Rahmat membenarkan bahwa suplai listrik di area pelayanan darurat tersebut sempat terputus sepenuhnya. Dalam keterangannya, ia mengklaim durasi padamnya listrik hanya berlangsung singkat sebelum genset akhirnya mengambil alih arus listrik. "Sekitar 10 menitan lah matinya, Mas," ujar Rahmat saat ditemui di lokasi.
Meski membenarkan adanya jeda waktu hingga sistem darurat berfungsi, Rahmat mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab teknis terhambatnya pengoperasian genset. Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit sebenarnya telah menyiagakan petugas khusus untuk mengoperasikan unit daya darurat tersebut. Namun, kendala operasional yang terjadi di lapangan hingga kini belum dapat dipastikan.
"Sebenarnya ada yang jaga genset, tapi kurang tahu ada kendala apa," tambahnya.
Namun, pengakuan mengenai jeda waktu pemadaman selama 10 menit tersebut berbanding terbalik dengan fakta kronologis yang dihimpun di sekitar lokasi. Penelusuran menunjukkan bahwa pemadaman listrik secara meluas di kawasan Jalan Tambun Bungai mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sementara itu, unit genset rumah sakit baru terpantau beroperasi selang beberapa saat setelah kedatangan Borneonews pada pukul 19.05 WIB.
Kesenjangan waktu antara padamnya arus utama dan menyalanya penerangan darurat menunjukkan adanya rentang waktu pasif lebih dari 30 menit. Selisih durasi yang cukup signifikan ini mengundang pertanyaan serius mengenai efektivitas SOP (Standard Operating Procedure) penanganan kondisi darurat kelistrikan di area vital rumah sakit, yang idealnya dapat mengalihkan arus listrik secara otomatis atau dalam hitungan detik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola IGD saat itu tidak memberikan rincian ada atau tidaknya pasien yang sedang menjalani perawatan kritikal, khususnya yang membutuhkan dukungan alat kesehatan bertenaga listrik.
Upaya konfirmasi dan klarifikasi resmi mendalam akan dilakukan guna mendapatkan keterangan resmi dari pimpinan manajemen RSUD Kapuas. Transparansi dari pihak pengelola rumah sakit sangat dinantikan publik untuk menjelaskan penyebab pasti kelambatan genset serta memastikan bahwa keselamatan dan standar pelayanan medis pasien tetap terjamin di tengah gangguan infrastruktur dasar. (SABRIANOOR)









