KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Suasana malam akhir pekan di wilayah Kuala Kapuas dan sekitarnya berubah drastis menjadi gelap gulita pada Jumat petang, 24 Juli 2026. Tepat sekitar pukul 18.30 WIB, pasokan listrik terputus secara mendadak tanpa ada pemberitahuan atau pemadaman terencana sebelumnya dari pihak terkait, melumpuhkan penerangan di berbagai kawasan vital kota.

Pemadaman mendadak ini terasa kian mengejutkan bagi warga setempat karena baru saja melintasi fase pemadaman sebelumnya pada siang hari. Sebagian wilayah dilaporkan baru menikmati aliran listrik kembali sekitar pukul 16.00 WIB, namun hanya berselang beberapa jam saja, kondisi mendadak kembali redup total.

Pantauan di lapangan menunjukkan hampir seluruh sektor bisnis dan fasilitas umum terdampak langsung. Penerangan Jalan Umum (PJU), pertokoan, warung makan, hingga deretan pelaku UMKM di sepanjang jalan protokol mendadak terhenti aktivitasnya, memaksa para pedagang menyalakan lilin atau lampu darurat seadanya.

Berdasarkan laporan masyarakat dari berbagai grup media informasi lokal, area terdampak terbilang amat luas meliputi Jalan Kapuas, Pemuda, Jepang, Sulawesi, Antasari, Mahakam, hingga Sei Beras. Bahkan fasilitas vital pelayanan kesehatan seperti RSUD Kapuas pun tak luput dari imbas mati lampu ini, menambah kekhawatiran warga yang sedang mendampingi pasien.

Gelombang pemadaman berulang dalam sehari ini langsung memicu riak tanggapan dan kekecewaan warga di media sosial maupun grup obrolan instan. Pasalnya, pemadaman beruntun dalam jeda waktu yang relatif singkat dianggap sangat mengganggu kenyamanan serta aktivitas harian masyarakat.

Warga menyesalkan ketiadaan informasi awal atau jadwal pemadaman resmi yang dapat dijadikan panduan untuk mengantisipasi gangguan. Terlebih lagi, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba juga berpotensi merusak perangkat elektronik milik warga maupun instalasi usaha yang sedang beroperasi.

"Kenapa lagi ini, mati mendadak tanpa pemberitahuan lagi," ucap Isul, warga Kapuas dengan nada kesal. (SABRIANOOR/J)