BORNEONEWS, Medan - Tokoh nasional Surya Paloh mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat karakter bangsa dan menjaga demokrasi sehat demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat pada masa mendatang.
"Saya percaya kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu melihat Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan lebih kuat," ujar Surya Paloh pada peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme di Medan, Jumat malam 24 Juli 2026.
Ketua Umum Partai Nasdem itu mengatakan Indonesia yang memiliki kekayaan alam, letak geografi strategis, garis pantai panjang, tanah yang subur, hingga jumlah penduduk yang besar harus dimanfaatkan dengan baik demi mewujudkan bangsa yang lebih maju dan sejahtera.
Menurut dia, sumber daya manusia dan perubahan mentalitas bangsa menjadi kunci kemajuan yang harus dibangun bersama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
"Kekayaan alam tidak akan berarti apabila tidak didukung oleh manusia yang memiliki karakter, integritas, etos kerja, disiplin, sportivitas, dan rasa tanggung jawab," kata dia.
Ia menyakini Indonesia menjadi bangsa yang lebih kuat dan lebih maju bila seluruh elemen masyarakat bergandeng tangan memperkuat karakter kebangsaan dalam berdemokrasi.
"Kita harus berani melihat kelebihan dan kekurangan bangsa ini secara objektif. Dengan begitu saya optimistis Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik di masa depan," kata Surya Paloh.
Surya Paloh dalam kesempatan itu mengapresiasi peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme yang diluncurkan sebagai hadiah ulang tahunnya ke-75 tahun.
Ia menyebut gagasan Suryapalohisme sebagai penghargaan atas nilai dan pemikiran yang selama ini dijalankannya dalam berorganisasi, berpolitik, dan berbangsa.
"Apapun namanya, saya melihat ini sebagai penghargaan yang sangat berarti bagi saya. Tentu ini menjadi motivasi untuk terus berbuat dan memberikan yang terbaik," ujarnya.
Penulis buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme, Iskandar ST menyebut buku tersebut merupakan semangat generasi dalam menjalankan kebangsaan melalui pikiran, perjuangan, dedikasi seorang Surya Paloh.
Iskandar menjelaskan Suryapalohisme bukan ideologi baru pengganti ideologi kebangsaan, melainkan kerangka nilai yang bertumpu pada empat pilar.
''ini tertumpu pada empat pilar seperti restorasi nilai, nasionalisme inklusif, integritas moral, dan idealisme berkeadilan," ujar Iskandar.
Ia menegaskan gagasan tersebut bukan sekadar konsep, melainkan perjuangan, dedikasi yang telah diwujudkan Surya Paloh dalam tindakan nyata.
"Surya Paloh hadir sebagai cahaya. Suryapalohisme adalah konsistensi antara pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam menggerakkan perubahan melalui semangat restorasi menuju masyarakat yang adil dan makmur," sebutnya.
ANTARA









