JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Atlet panjat tebing disiplin boulder putra Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan gagal membawa pulang medali dari World Climbing Youth Championship Arco 2026 di Italia, Sabtu 25 Juli 2026.

Berdasarkan laman World Climbing, dia menempati peringkat ketujuh dengan total skor 19,9 pada final boulder U17 putra yang diikuti delapan peserta. Meski begitu, atlet berusia 16 tahun itu tampil mengesankan dengan berhasil menembus babak puncak.

Pada babak kualifikasi, dia menempati posisi ke-21 di antara 103 peserta. Atlet asal Jawa Barat itu menorehkan total skor 94,6 sehingga melaju ke semifinal.

Pemuda yang kerap disapa Cikal itu kembali tampil mengesankan dengan menduduki peringkat keenam dari total 24 peserta, dengan  skor 69,5 sehingga masuk babak puncak.

Medali emas nomor ini disabet atlet Jepang, Kazuki Nakata, dengan skor 99,3. Rekan senegaranya, Taketo Saiki, menjadi runner up dengan skor 74,7. Sedangkan medali perunggu disabet atlet Korea Selatan, Hayool Lee, dengan skor 59,5.

Indonesia mengirimkan Haddan Malik Baqmuhyibar dan Ardana Cikal Damarwulan dalam ajang yang diselenggarakan di Italia pada 18-25 Juli itu.

Haddan berhasil meraih medali perak dalam speed  U19 putra. Cikal turun dalam nomor lead dan boulder. Dua hari sebelumnya, Cikal gagal pada  individual lead setgelah terhenti di babak semifinal dengan menempati posisi ke-13.

ANTARA