BORNEONEWS,Puruk Cahu - Warga Negara Asing (WNA) asal Negeri Tingkok ternyata mendominasi jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Murung Raya (Mura) dan seluruhnya diperkerjakan di perusahan yang bergerak bidang pertambangan batu bara.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Mura, M. Syahrial Pasaribu, saat dikonfirmasi mengatakan ada sebanyak 12 orang TKA yang bekerja di Kabupaten Mura ini, Selain berasal dari Tiongkok, ada juga dari negara Australia dan Malaysia.

Syahrial juga menyampaikan bahwa TKA ini sudah melapor dan memiliki izin, Penempatan Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Mura yang telah diterbitkan oleh Disnakertrans.

“Kalau dari kita hanya mengeluarkan keberadaan TKA saja, untuk izin mempekerjakan tenaga asing itu dari Kementeriaan. Keberadaan mereka (TKA) terus kita pantau dan termasuk aktivitas mereka, perusahaan tempat mereka bekerja selalu lapor ke kita,” ungkap Syahrial, Selasa (10/1)

Disampaikan Syahrial, bahwa jumlah TKA yang bekerja di perusahaan di Mura itu jumlahnya sekarang ini hanya 12 saja, dimana jumlah ini bisa saja bertambah sewaktu-waktu. Sekarang ini, kata Syahrial, perusahaan pertambangan kurang menggeliat, sehingga jumlah TKA dan Tenaga Lokal jumlahnya belum ada bertambah secara signifikan.

"Dari seluruh 12 orang itu, 10 orang berasal dari Tiongkok, 1 orang dari Australia dan 1 orang WNA Malaysia. Untuk penempatan mereka, 9 orang bekerja di PT Nemo Asia, 2 orang di PT Indo Muro Kencana dan 1 orang di PT Karya Delta Permai," ungkap Syahrial. (Supri Adi/N).