BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Insiden padamnya listrik di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas pada Jumat, 24 Juli 2026 menjadi perhatian publik. Selain berdampak pada pelayanan, kejadian tersebut juga menyoroti pentingnya sistem kelistrikan darurat di rumah sakit.
Pada prinsipnya, setiap rumah sakit wajib memiliki sumber listrik cadangan berupa genset untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan ketika pasokan listrik utama terputus.
Genset dibutuhkan untuk menyuplai listrik ke layanan vital seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang operasi, ICU, ruang bersalin, laboratorium tertentu hingga peralatan medis yang menopang keselamatan pasien.
Dalam kondisi normal, perpindahan dari listrik PLN ke genset dilakukan secara otomatis melalui Automatic Transfer Switch (ATS) dan umumnya berlangsung hanya dalam hitungan detik.
Apabila proses tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka perlu segera dilakukan penanganan karena menyangkut pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD Kapuas, dr. Delianae, mengakui secara teknis genset seharusnya langsung bekerja saat listrik PLN padam. "Secara teknis paling lambat lima detik seharusnya genset hidup, ternyata terjadi error kembali pada sistem otomatisnya," ujarnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan terjadi pada pompa minyak genset. Pihak rumah sakit langsung melakukan perbaikan dengan mendatangkan teknisi lokal dan memesan suku cadang dari Banjarmasin, sementara teknisi dari Jakarta dijadwalkan melakukan pemeriksaan menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (SABRIANOOR/R)









