PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kampanye kesehatan.

Edukasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana, mengatakan paparan kabut asap mengandung partikel berbahaya yang dapat memicu berbagai penyakit, terutama gangguan pada saluran pernapasan.

"Kabut asap akibat karhutla dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan paru-paru, iritasi mata dan kulit, bahkan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan," kata dr. Ellyana. Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat kondisi kabut asap pekat. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur, serta menutup pintu dan jendela rumah agar asap tidak masuk ke dalam ruangan," ujarnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok karena dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Warga yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, sakit tenggorokan, demam, mata merah, maupun iritasi kulit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Ellyana menambahkan kelompok yang paling rentan terdampak kabut asap adalah anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita asma, penyakit paru, dan penyakit jantung.

 "Kami berharap masyarakat memahami bahaya kabut asap dan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar dampak kesehatan akibat karhutla dapat diminimalkan, terutama bagi kelompok yang rentan," tutupnya.( RETHA/R)