BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan persiapan rapat koordinasi penguatan peran kepala daerah dan lurah dalam mengantisipasi bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan diikuti sekitar 1.700 peserta.
Hal itu terungkap dalam Rapat Persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalteng Aryawan mengatakan besarnya jumlah peserta membuat persiapan harus dilakukan secara matang.
Ia menjelaskan sejumlah aspek yang perlu disiapkan meliputi lokasi kegiatan, pembagian sesi, kebutuhan sarana dan prasarana hingga dukungan anggaran.
Menanggapi hal tersebut, Linae meminta seluruh perangkat daerah segera menyusun beberapa alternatif pelaksanaan kegiatan beserta analisis masing-masing.
Alternatif tersebut mencakup kelebihan dan kekurangan setiap skema, kebutuhan anggaran serta pertimbangan teknis sebelum disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah.
Hasil kajian itu akan menjadi dasar penentuan jadwal dan mekanisme pelaksanaan rapat koordinasi yang diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman bencana alam dan karhutla.
Linae, mengingatkan pentingnya meningkatkan status ke status siaga darurat. Menurutnya status tersebut bukan menunjukkan ketidakmampuan pemerintah daerah, melainkan menjadi dasar memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
"Kalau memang daerahnya rawan karhutla, jangan ragu menetapkan status siaga darurat. Kita tidak perlu malu mengakui keterbatasan. Justru dengan itu kita bisa memperoleh dukungan yang dibutuhkan," ujarnya seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 25 Juli 2026. (HERMAWAN DP/R)








