PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya memastikan Air Quality Monitoring System (AQMS) beroperasi dengan baik dan menyajikan data yang akurat, terutama selama musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Khemal, keberadaan AQMS sangat penting sebagai sumber informasi kualitas udara yang dapat dijadikan acuan pemerintah maupun masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi ketika terjadi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

"Kami meminta DLH memastikan alat Air Quality Monitoring System berfungsi optimal dan menghasilkan data yang akurat. Informasi kualitas udara harus dapat diakses masyarakat sebagai dasar untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi karhutla," ujarnya, Sabtu 25 Juli 2026.

Ia mengatakan data kualitas udara yang akurat akan membantu pemerintah mengambil kebijakan secara cepat, seperti pemberian imbauan penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, hingga langkah-langkah penanganan lainnya apabila kondisi udara memburuk.

Khemal juga mendorong agar perawatan dan kalibrasi alat dilakukan secara berkala sehingga hasil pemantauan tetap valid dan dapat dipercaya. Menurutnya, keandalan sistem pemantauan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

"Kami berharap DLH terus memperkuat sistem pemantauan lingkungan dan menyampaikan informasi kualitas udara secara berkala, kepada masyarakat agar warga dapat mengambil langkah pencegahan secara dini selama musim karhutla," harapnya. (MARINI/R)