BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan masyarakat juga harus terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kami mengimbau masyarakat selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ketika beraktivitas di luar rumah, usahakan memakai masker,” katanya di Sampit, Sabtu, 25 Juli 2026.
Imbauan tersebut disampaikan menyikapi munculnya kabut asap tipis di sejumlah wilayah Kotim, terutama Kota Sampit, pada dini hari hingga pagi.
Nugroho mengatakan Dinkes Kotim telah menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan Laboratorium Kesehatan Daerah meningkatkan kesiapsiagaan sesuai tugas masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kualitas udara dan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Dinkes Kotim juga mulai mendistribusikan logistik kesehatan berupa obat-obatan, masker, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Saat ini tersedia sekitar 60 ribu lembar masker untuk orang dewasa dan 12 ribu lembar masker untuk anak-anak.
Persediaan tersebut disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Salah satu penyakit yang paling diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
Meski demikian, Nugroho menyebut kasus ISPA di Kotim masih relatif terkendali.
Berdasarkan data Dinkes Kotim, jumlah kasus ISPA sejak minggu pertama hingga minggu ke-28 pada 2026 mencapai 14.987 kasus.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 17.289 kasus.
Kasus ISPA terbanyak masih ditemukan di wilayah perkotaan, terutama Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Masyarakat di wilayah tersebut diminta lebih disiplin menggunakan masker, menjaga kebersihan, memperbanyak konsumsi air putih, dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara menurun.









