PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menilai pemerintah pusat memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, dukungan pusat diperlukan karena jumlah kejadian karhutla di daerah tersebut terus meningkat selama musim kemarau.

“Terlebih hingga pertengahan Juli 2026, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah, telah tercatat 472 kejadian karhutla,” katanya saat dihubungi dari Palangka Raya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Senator asal Kalimantan Tengah itu mengatakan ratusan kejadian karhutla tersebut bukan sekadar angka, melainkan peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat.

Kebakaran dilaporkan telah menghanguskan lebih dari 456,78 hektare lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Menurut Teras, karhutla yang tidak segera ditangani dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, transportasi, dan kegiatan ekonomi di kabupaten maupun kota.

“Koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan kota dengan pemerintah provinsi harus semakin intensif. Pemerintah pusat juga harus ikut membantu,” tegasnya.

Teras meminta pemerintah daerah menjamin ketersediaan anggaran penanggulangan bencana meskipun sedang menghadapi tekanan fiskal.

Ia berharap kebijakan efisiensi tidak mengurangi anggaran penting untuk kesiapan peralatan, keselamatan petugas, dan penanganan kebakaran di lapangan.

“Pemotongan anggaran jangan sampai mengorbankan kekuatan penanganan bencana,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan anggaran yang memadai diperlukan untuk menjaga kesiapan sarana, kesigapan personel, dan keselamatan petugas maupun relawan.

Hak masyarakat untuk memperoleh perlindungan dari bencana kabut asap juga harus menjadi prioritas pemerintah.

Teras berharap pemerintah pusat memberikan dukungan optimal terhadap daerah yang membutuhkan penanganan ekstra, terutama di kawasan gambut dan wilayah sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur lintas sektor terus mengoptimalkan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah memberikan dukungan berupa dua helikopter pengebom air.

Selain itu, dua helikopter patroli juga dioperasikan untuk mendeteksi titik api dan memantau perkembangan kebakaran.

Secara keseluruhan, terdapat empat helikopter yang mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

“Kolaborasi pemadaman darat dan udara merupakan upaya pemerintah agar pengendalian karhutla berjalan optimal,” kata Ahmad Toyib.