BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam pemukiman warga di wilayah Kabupaten Kapuas. Insiden kebakaran lahan berupa semak belukar kering dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Saka Purun (Sakapurun), Kuala Kapuas, pada Sabtu malam, 25 Juli 2026.
Peristiwa tersebut sempat memicu kekhawatiran lantaran posisi kobaran api berada sangat dekat dengan permukiman penduduk setempat.
Kepanikan warga terekam dalam laporan dokumentasi awal yang disebarkan melalui grup komunikasi relawan dan media informasi warga sekitar pukul 18.54 WIB.
Salah seorang warga meminta pertolongan mendesak dengan mengabarkan bahwa kobaran api mulai mendekati rumah tinggal mereka. "Lahan terbakar dekat rumah, mohon bantuannya," ucap warga yang melaporkan.
Informasi tersebut dengan cepat direspons oleh jajaran petugas dan sukarelawan pemadam kebakaran (damkar) di Kuala Kapuas.
Menanggapi laporan tersebut, tim damkar gabungan yang terdiri dari personel pemadam pemerintah serta unit-unit Pemadam Kebakaran Swakarsa segera meluncur ke tempat kejadian perkara.
Petugas bergerak cepat membawa armada pemadam dan peralatan pemadaman portable untuk melokalisir pergerakan si jago merah agar tidak makin merembet ke bagunan atau pemukiman warga sekitar.
Informasi dihimpun, objek yang terbakar didominasi oleh pepohonan dan vegetasi semak belukar yang dalam kondisi sangat kering. Mengingat cuaca dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar, kobaran api menyebar cukup cepat serta menimbulkan asap tebal di sekitar lokasi Saka Purun.
Saat ini, tim pemadam kebakaran gabungan tengah berjibaku melakukan upaya pemadaman secara intensif sekaligus pembasahan di sekitar titik api.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih fokus menyelesaikan proses pendinginan di area terdampak guna memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif. (SABRIANOOR/j)









