TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Desa Simpang Bingkuang berhasil mempertahankan gelar Juara Umum Festival Nariuk VI setelah para wakilnya mendominasi kategori tangkapan ikan terbesar pada ajang budaya tahunan yang digelar di Lubuk Ulu Padang, Desa Pulau Patai, Kabupaten Barito Timur, Sabtu, 25 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut dipastikan setelah Mafson keluar sebagai juara pertama dengan tangkapan ikan seberat 6,3 kilogram. Rekan satu desanya, Ariston, juga tampil impresif dengan meraih posisi kedua melalui tangkapan seberat 6 kilogram. Hasil itu mengantarkan Desa Simpang Bingkuang kembali menyandang predikat Juara Umum Festival Nariuk VI.

Posisi ketiga ditempati Arwan dari Desa Lebo dengan tangkapan ikan seberat 5,7 kilogram. Juara keempat diraih Ane Ristanto dari Desa Lebo dengan berat 5,5 kilogram, disusul Sangumangi dari Desa Jaar di peringkat kelima dengan tangkapan 4,8 kilogram dan Sandi dari Desa Runggu Raya di posisi keenam dengan berat 4,4 kilogram.

Sementara itu, kategori peserta tercepat dimenangkan Andi Setiawan dari Desa Tewah Pupuh yang mencatatkan waktu 50,9 detik sejak Festival Nariuk VI dimulai hingga berhasil memperoleh hasil tangkapan.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Nariuk VI, Dediyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan secara sportif sekaligus menjaga kelestarian tradisi Nariuk sebagai warisan budaya masyarakat Dayak.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang Festival Nariuk VI. Terima kasih kepada seluruh peserta, masyarakat, pemerintah daerah, para donatur dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berlangsung aman, tertib dan sukses. Semoga Festival Nariuk terus menjadi agenda budaya yang semakin besar setiap tahunnya," ujar Dediyanto.

Festival Nariuk VI berlangsung semarak dengan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai wilayah. Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, secara resmi membuka kegiatan melalui prosesi penancapan Tariuk, yakni tombak tradisional yang digunakan untuk menangkap ikan, bersama Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, dan tokoh adat.

Setelah prosesi tersebut, ratusan peserta serentak turun ke aliran sungai untuk mengikuti tradisi menangkap ikan menggunakan tariuk. Kegiatan juga dimeriahkan bazar UMKM, hiburan musik dan undian door prize yang menyedot antusiasme masyarakat.

Usai membuka festival, Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu mengapresiasi seluruh pihak yang bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Festival Nariuk VI.

"Semoga Festival Nariuk ini menjadi contoh dan motivasi bagi desa-desa yang lain untuk mengadakan kegiatan-kegiatan positif di masyarakat termasuk untuk melestarikan budaya maupun menggerakkan kegiatan ekonomi di desa," ujarnya saat diwawancarai.

Menurut Adi, Festival Nariuk bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya, penguatan kebersamaan masyarakat dan penggerak ekonomi desa. Ia berharap tradisi menangkap ikan secara ramah lingkungan tersebut terus dilestarikan dan penyelenggaraannya semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, mengungkapkan Festival Nariuk VI diikuti 269 peserta. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Disbudparpora, Karang Taruna, BPBD Damkar, perusahaan, para donatur dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga festival dapat terselenggara dengan sukses.

Festival Nariuk merupakan tradisi masyarakat Dayak di Barito Timur yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjaga kelestarian kearifan lokal, kegiatan ini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan, memperkuat kebersamaan masyarakat dan menggerakkan perekonomian desa melalui sektor UMKM serta pariwisata. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)