PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Rencana penerapan layanan Lini 2 Kargo di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya menuai pertanyaan dari pelaku usaha. Hal ini menyusul dikeluarkannya surat Kepala Cabang Bandar Udara Tjilik Riwut nomor UND.PKY.GMB.0030/PR.03.01.04/2026 yang menyebutkan penerapan tersebut didasari alasan sterilisasi dan keamanan.

Plt Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Barang (Asperindo) Kalimantan Tengah, Ahmad Faiz, mempertanyakan regulasi serta urgensi dari kebijakan baru tersebut.

Menurutnya, saat sosialisasi awal digelar, pihaknya sempat menanyakan konsep pelaksanaannya namun hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan yang memadai.

“Kami sempat mengikuti sosialisasi penerapan lini 2 kargo, kami sempat pertanyakan bagaimana konsepnya namun sampai sekarang belum diberitahukan,” ungkap Faiz, Sabtu, 25 Juli 2026.

Selama ini, para mitra usaha mengakses layanan pengiriman barang melalui satu jalur yang sudah berjalan. Ia pun mempertanyakan apakah pernah terjadi kejadian luar biasa di bandara yang mendesak penerapan jalur baru ini.

Padahal, pihak bandara sebelumnya berjanji akan mengadakan pertemuan kedua untuk membahas regulasi dan alur pelaksanaannya secara lebih rinci.

Namun tiba-tiba, pihak bandara mengeluarkan surat nomor API.23002/PR.03.01.04/2026/PKY-B tanggal 9 Juni 2026 tentang implementasi lini 2 kargo.

Dalam surat tersebut ditetapkan PT Indonesia Aviation Cargo sebagai pengelola resmi layanan lini 2 berdasarkan kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia.

“Kami merasa penunjukan ini merupakan bentuk kurangnya keterbukaan pihak bandara kepada mitra yang selama ini sudah berkegiatan di lingkungan bandara,” tegas Faiz.

Pihaknya berharap manajemen bandara dapat memberikan kejelasan dan transparansi terkait kebijakan ini, serta bersedia menerima saran dan masukan dari para mitra sebelum aturan tersebut resmi diberlakukan sepenuhnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, General Manager KC Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengarahkan pertanyaan ini kepada Kepala Departemen Komersil Togi Kristian Sinaga.

Hingga berita ini diturunkan, Togi Kristian Sinaga belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan. (PATHUR/j)