KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Kuala Kapuas harus kembali membiasakan diri dengan kondisi tanpa listrik. Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir tak hanya merenggut kenyamanan warga, tetapi juga melumpuhkan berbagai aktivitas perekonomian lokal.

Pengumuman resmi dari PLN ULP Kapuas Kota mengonfirmasi adanya gangguan sistem kelistrikan yang berdampak pada pemadaman bergilir pada Sabtu, 25 Juli 2026. Wilayah terdampak membentang luas, mulai dari Barimba, Hampatung, Jalan Jepang, Jalan Durian, hingga kawasan Palingkau dan sekitarnya. Pemadaman yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 18.00 WIB hingga tengah malam tersebut membuat warga hanya bisa mengelus dada.

Rutinnya pemadaman selama tiga hari berturut-turut ini memicu gelombang keluhan dari masyarakat. Rasa lelah dan serba salah kini menyelimuti keseharian warga yang terpaksa beradaptasi kembali.

Bagi sebagian warga, padamnya aliran listrik bukan sekadar persoalan ruangan yang gelap atau panas melainkan menyangkut kenyamanan dan kesehatan anggota keluarga. Ketiadaan pendingin udara atau kipas angin di tengah cuaca gerah membuat malam atau siang terasa kian menyiksa.

"Mau bagaimana lagi, hanya bisa pasrah. Padahal ada anak bayi di rumah yang kepanasan," tukas Hera, warga Jalan Pemuda.

Tak berhenti pada redupnya cahaya penerangan, pemadaman listrik kali ini membawa dampak berantai yang tidak kalah krusial: hilangnya sinyal seluler secara total. Ketika daya cadangan pada menara pemancar habis, jaringan komunikasi langsung terputus, mengisolasi warga dari dunia luar.

Kondisi senyap tanpa sinyal ini menjadi pukulan telak bagi para pekerja lapangan yang menggantungkan hidup pada koneksi internet. Para pengemudi ojek dalam jaringan (ojol) menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak oleh lumpuhnya jaringan telekomunikasi tersebut.

Adi, seorang pengemudi ojol Maxim, mengaku hanya bisa berdiam diri di pinggir jalan tanpa kepastian. "Saya tidak bisa mendapatkan pelanggan sama sekali karena tidak ada jaringan. Begitu listrik padam, aplikasi langsung offline," keluhnya. 

Di tengah pemulihan yang masih diupayakan petugas PLN, warga Kapuas kini hanya bisa berharap agar keandalan pasokan listrik dan jaringan komunikasi dapat segera kembali normal. (SABRIANOOR/j)