PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bunda PAUD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Atikaningsih Suyanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang tumbuh yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh kasih bagi anak-anak. 

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pentas Seni Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Insan Kreatif Gemilang sebagai wadah bagi anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat nilai keberagaman.

Bunda Paud Kobar, Atikaningsih menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Insan Kreatif Gemilang beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui ruang yang positif, edukatif, dan menyenangkan.

"Pentas seni bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi merupakan ruang yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berekspresi, berkarya, membangun rasa percaya diri, belajar bekerja sama, sekaligus menghargai keberagaman," ujar Atikaningsih Suyanto, Sabtu, 25 Juli 2026.

Penampilan para peserta turut menggambarkan semangat keberagaman yang diusung dalam kegiatan tersebut. Berbagai pertunjukan disajikan oleh anak-anak dari berbagai latar belakang dan kemampuan, mulai dari permainan angklung oleh peserta didik taman kanak-kanak (TK), vokal solo yang dibawakan anak berkebutuhan khusus (ABK), pembacaan pantun seloka, pertunjukan pantomim, tari tradisional Dayak, hingga penampilan grup band. 

Seluruh penampilan mendapat apresiasi dan sambutan meriah dari para orang tua, guru, serta tamu undangan yang hadir.

Ia menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan. Anak juga memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan diberi kesempatan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.

"Tema Hari Anak Nasional tahun ini, 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan.

Anak-anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga pribadi yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan diberi kesempatan mengembangkan seluruh potensinya," tuturnya.

Menurut Atikaningsih, tema kegiatan "Harmoni dalam Keberagaman: Merangkul Perbedaan dalam Kebersamaan untuk Ruang Tumbuh Generasi Hebat" sangat selaras dengan semangat Hari Anak Nasional.

Keberagaman bakat, budaya, kemampuan, maupun latar belakang menjadi sarana pembelajaran bagi anak untuk menghargai setiap perbedaan sebagai sebuah kekuatan.

"Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Melalui keberagaman, anak-anak belajar bahwa setiap orang memiliki keistimewaan yang patut dihargai," kata Atikaningsih Suyanto.

Lebih lanjut, ia mengajak orang tua, guru, pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi anak agar mereka dapat belajar, bermain, berkreasi, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Atikaningsih memberikan pesan kepada anak yang mengikuti pentas seni agar terus percaya diri dalam mengembangkan bakat dan tidak takut bermimpi.

"Tampilkanlah bakat kalian dengan penuh semangat. Jangan takut mencoba, jangan malu berkarya, teruslah menghargai teman-teman kalian, saling menyemangati, saling menghormati, dan terus bermimpi setinggi-tingginya," pungkasnya. (NURITA/j)