PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Sumadi meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan ketersediaan telur ayam tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Menurutnya, suhu udara yang tinggi berpotensi memengaruhi kondisi ayam petelur sehingga perlu diantisipasi sejak dini agar produksi dan pasokan telur tetap stabil.

Sumadi mengatakan cuaca panas dapat menyebabkan ternak mengalami stres apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan kandang dan pemeliharaan yang baik.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap produktivitas ayam petelur dan memengaruhi ketersediaan komoditas di pasaran.

“Pemerintah perlu memastikan stok telur ayam tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia meminta dinas terkait terus memantau kondisi peternakan dan perkembangan pasokan telur di Kota Palangka Raya.

“Musim kemarau dapat memengaruhi produktivitas ternak sehingga perlu langkah antisipasi agar pasokan tetap stabil,” lanjutnya.

Sumadi juga mendorong pemerintah memastikan ketersediaan pakan ternak serta memberikan pendampingan kepada para peternak dalam menghadapi cuaca panas.

Pendampingan dapat mencakup pengelolaan kandang, pemenuhan kebutuhan air minum ternak, serta upaya menjaga kesehatan ayam agar produksi telur tidak menurun.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan produktivitas peternakan sekaligus mencegah kelangkaan dan kenaikan harga telur di pasaran.

Selain menjaga produksi, pemerintah diminta memastikan distribusi telur ke pasar tradisional maupun ritel modern tetap berjalan lancar.

Sumadi menilai sinergi antara pemerintah, peternak, distributor, dan pedagang diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan ketersediaan dan distribusi yang terjaga, kebutuhan masyarakat diharapkan tetap terpenuhi serta harga telur ayam dapat stabil selama musim kemarau. (MARINI/j)