BORNEONEWS, Nanga Bulik – Hamparan pasir yang muncul akibat surutnya Sungai Lamandau pada musim kemarau kembali menjadi daya tarik warga. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, lokasi yang dijuluki "pantai dadakan" itu kini dipadati pengunjung setiap sore.
Banyak warga datang bersama keluarga maupun teman untuk menikmati suasana yang berbeda. Anak-anak terlihat bermain pasir, sementara remaja dan orang dewasa memanfaatkan pemandangan tersebut sebagai latar untuk berfoto dan membuat konten media sosial.
Salah seorang pengunjung, Lia, mengaku mengetahui keberadaan lokasi tersebut setelah melihat banyak unggahan di media sosial. Rasa penasaran mendorongnya datang bersama anak-anak untuk melihat langsung fenomena tersebut.
"Saya lihat banyak yang mengunggah foto dan video di media sosial. Setelah datang ternyata memang ramai dan pemandangannya bagus," ujar Lia.
Fenomena kemunculan gosong pasir di Sungai Lamandau menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Kabupaten Lamandau yang tidak memiliki kawasan pantai membuat hamparan pasir di tepian sungai saat kemarau menjadi destinasi musiman yang selalu dinantikan warga.
Ramainya unggahan di berbagai platform digital juga membuat jumlah pengunjung terus bertambah dari hari ke hari. Banyak warga sengaja datang menjelang matahari terbenam untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen di lokasi yang hanya muncul ketika debit air sungai menurun.
Meski menjadi tempat favorit masyarakat selama musim kemarau, pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan kawasan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, orang tua juga diminta mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar aliran sungai demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (NATALIA KRISTIN/H)









