BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau akan memperluas layanan internet hingga ke wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan melalui bantuan hibah 170 unit perangkat internet satelit Starlink dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Lamandau, Herwinson, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan konektivitas internet di daerah yang masih sulit dijangkau jaringan telekomunikasi. Menurutnya, kehadiran Starlink diharapkan dapat mendukung pelayanan publik berbasis digital.
"Program ini diharapkan mampu menghadirkan akses internet yang lebih merata sehingga pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemerintahan dapat berjalan lebih optimal," ujar Herwinson.
Ia menjelaskan, sebanyak 170 perangkat akan dipasang di sejumlah fasilitas pelayanan publik, mulai dari sekolah, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, kantor kecamatan, kantor desa, hingga kantor kelurahan. Dengan tersedianya jaringan internet yang lebih stabil, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Herwinson juga mengungkapkan bahwa pendistribusian perangkat dijadwalkan mulai 12 Agustus 2026. Diskominfostandi telah menyiapkan tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendampingi proses pemasangan, konfigurasi, hingga aktivasi perangkat agar dapat segera dimanfaatkan.
"Kami akan menurunkan tim TIK untuk memastikan seluruh perangkat terpasang dan dapat langsung digunakan di lokasi penerima. Harapannya masyarakat segera merasakan manfaat dari program ini," katanya.
Informasi tersebut disampaikan dalam apel rutin Diskominfostandi Kabupaten Lamandau yang dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur dan Ekosistem TIK, Kariadi. Dalam kesempatan itu disampaikan hasil rapat koordinasi bersama Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah terkait pelaksanaan program hibah Starlink.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kesenjangan akses internet antara wilayah perkotaan dan pedalaman semakin berkurang, sehingga masyarakat di seluruh daerah dapat menikmati layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas. (NATALIA KRISTIN/H)









