BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Sejumlah warga di Kuala Kapuas mengeluhkan pasokan air bersih dari PDAM yang tidak kunjung mengalir pada Minggu siang, 26 Juli 2026. Keluhan bermunculan dari berbagai kawasan melalui grup percakapan warga dan relawan, menyebut kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Budi, salah seorang warga di kawasan Jalan Barito Gang 3 mengaku aliran air sudah tidak mengalir sejak pagi. Keluhan serupa juga disampaikan warga di sekitar kawasan dekat Pesantren Antang.
"Mulai pagi tadi sudah tidak mengalir," ucapnya.
Tak hanya itu, warga di kawasan Tambun Bungai juga mengaku mengalami kondisi serupa. Bahkan, seorang warga menyebut pasokan air di wilayahnya sudah tidak normal selama tiga hari.
"Untuk Tambun Bungai sudah tiga hari tidak jalan dari pagi sampai sore, malam baru mengalir tapi kecil," ungkap Fakir.
Dalam unggahan warga lainnya, terlihat bak penampungan air milik warga nyaris kosong akibat tidak adanya pasokan air dari jaringan PDAM. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Sejumlah warga menduga gangguan ini terjadi di beberapa wilayah sekaligus. Namun hingga kini belum diketahui penyebab pasti terhentinya distribusi air bersih tersebut. Berbagai keluhan terus berdatangan, sementara warga berharap pasokan air segera kembali normal.
Hingga berita ini diterbitkan, BORNEONEWS masih berupaya menghubungi pihak PDAM Kapuas untuk meminta penjelasan terkait penyebab gangguan distribusi air serta estimasi waktu normalisasi layanan. (SABRIANOOR/H)









