BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merespons cepat ambruknya jembatan penghubung di Desa Tamban Baru Selatan Kilometer 19, Kecamatan Tamban Catur, Minggu, 26 Juli 2026. Kepala Dinas PUPR Kapuas, Hargatin, memastikan pihaknya segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
"Kita langsung respons. Akan segera kita cek ke lapangan, dan sudah dikomunikasikan juga dengan aparat kecamatan penyebabnya kenapa. Akan diusahakan perbaikan semaksimal dan semampu kita," ujar Hargatin saat dikonfirmasi Borneonews, Minggu siang.
Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, akses yang terputus akibat ambruknya jembatan harus segera mendapat perhatian agar aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.
"Kita utamakan kebutuhan masyarakat, karena kita juga adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Kapuas," katanya.
Hargatin juga menekankan bahwa penanganan persoalan infrastruktur harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar penyampaian wacana.
"Kita kurangi teori-teori, tapi saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah kerja nyata di lapangan untuk masyarakat kita Kabupaten Kapuas," tegasnya.
Sebelumnya, jembatan penghubung di Desa Tamban Baru Selatan Km 19 dilaporkan ambruk hingga tidak dapat dilalui kendaraan. Berdasarkan informasi awal dari warga, kerusakan diduga terjadi setelah jembatan dilintasi truk bermuatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun akses transportasi masyarakat terputus dan warga berharap perbaikan darurat segera dilakukan. (SABRIANOOR/H)









