BORNEONEWS, Muara Teweh – Ketua Umum Panitia Penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-53 Tingkat Kabupaten Barito Utara, HM Mastur melaporkan sebanyak 320 peserta dari sembilan kecamatan ambil bagian dalam pelaksanaan MTQH ke-53 yang berlangsung pada 24–28 Juli 2026.
Mastur menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memuliakan Al-Qur'an, menyebarkan ajaran Islam, membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an serta mempererat persatuan umat.
Ia menyebutkan, pelaksanaan MTQH dipusatkan di Kota Muara Teweh dengan sepuluh lokasi venue, di antaranya Aula DLH, Aula Bapperida, Aula Kecamatan Teweh Tengah, Aula MTsN Barito Utara, Aula Kantor Kementerian Agama, Aula Dinas Pendidikan, Aula SMPN 1 Muara Teweh, Gedung LPTQ, Aula Dinas PUPR, dan Ruang BKPSDM.
Menurutnya, para peserta berasal dari Kecamatan Lahei Barat, Gunung Purei, Teweh Timur, Montallat, Gunung Timang, Teweh Baru, Teweh Selatan, Teweh Tengah, dan Lahei. Mereka akan berkompetisi pada delapan cabang lomba, yakni Seni Baca Al-Qur'an, Qiraat, Hifzh Al-Qur'an, Fahmil Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Kaligrafi Al-Qur'an, Makalah Al-Qur'an, dan Musabaqah Al-Hadits.
"Seluruh kafilah dipondokkan di rumah-rumah warga sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap suksesnya pelaksanaan MTQH. Selain itu, panitia menyediakan layanan kesehatan gratis di sekretariat LPTQ bagi peserta, dewan hakim, dan panitia yang membutuhkan," kata Mastur.
Mastur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara, seluruh pemangku kepentingan, para donatur, dan panitia atas dukungan sehingga MTQH ke-53 dapat terselenggara. Ia juga mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Arbaja menegaskan, MTQ ke-53 tingkat Kabupaten Barito Utara bukan sekadar agenda tahunan atau ajang perlombaan, melainkan momentum untuk memperkuat syiar Islam dan membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.
Menurut Arbaja, Al-Qur'an tidak hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, pelaksanaan MTQH diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Ia juga mengingatkan kembali keberhasilan Barito Utara yang berhasil meraih Juara Umum MTQH ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025. Prestasi tersebut, katanya, merupakan hasil kerja keras para pembina, LPTQ, pemerintah daerah, dan para kafilah yang telah mengharumkan nama daerah.
Kepada seluruh peserta, Arbaja berpesan agar mengikuti perlombaan dengan niat yang tulus, menjadikan MTQH sebagai sarana beribadah, bukan semata-mata mengejar gelar juara. Ia juga meminta dewan hakim menjaga integritas dan objektivitas dalam melakukan penilaian sehingga mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang siap berkompetisi di tingkat lebih tinggi.
Arbaja menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara, DPRD, LPTQ, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQH ke-53. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wahana mencetak generasi Qur'ani yang unggul, berprestasi, dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Barito Utara. (RAMADHANI/H)









