JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia atau MUI kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina sekaligus menolak segala bentuk genosida.

Sikap tersebut disampaikan melalui Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang ditutup di Jakarta, Minggu malam, 26 Juli 2026. Kegiatan itu berlangsung pada 24-26 Juli 2026 dengan melibatkan para ulama dan pimpinan organisasi Islam.

Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, mengatakan dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan.

"Majelis Ulama Indonesia berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina," tegas Anwar dalam penutupan kongres.

Menurutnya, umat Islam Indonesia tidak boleh bersikap diam ketika rakyat Palestina menghadapi kekerasan, pengusiran, dan berbagai bentuk penindasan.

Ia mengingatkan bahwa umat Islam di seluruh dunia memiliki ikatan persaudaraan. Penderitaan yang dialami umat Islam di suatu wilayah semestinya turut dirasakan oleh umat Islam di negara lain.

Anwar juga menyoroti berkembangnya fenomena Islamofobia di sejumlah negara. Ia meminta umat Islam memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi diskriminasi maupun tindakan yang menekan kehidupan umat beragama.

Sebagai langkah nyata membantu Palestina, MUI menyerukan kepada seluruh pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk terus menghimpun bantuan kemanusiaan.

Donasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Palestina yang menghadapi dampak konflik berkepanjangan.

Anwar mengatakan dukungan kepada Palestina tidak hanya didasarkan pada ikatan keagamaan, tetapi juga persaudaraan antarsesama manusia atau ukhuwah insaniah.

Ia kemudian mengingatkan kembali semangat kepedulian para ulama dan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan.

Dalam Muktamar ke-13 Nahdlatul Ulama di Menes, Banten, pada 1938, para kiai dan masyarakat tetap mengumpulkan donasi untuk membantu perjuangan rakyat Palestina meskipun kondisi ekonomi saat itu masih serba terbatas.

Anwar menilai semangat tersebut harus menjadi teladan bagi umat Islam Indonesia saat ini. Dengan kondisi kehidupan yang lebih baik dibandingkan masa penjajahan, kontribusi untuk membantu Palestina seharusnya dapat ditingkatkan.

MUI berharap solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan sikap, tetapi diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan dan dukungan berkelanjutan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

ANTARA