JAKARTA –

BORNEONEWS, Berlin – Kanselir Jerman Friedrich Merz menjanjikan tindakan tegas menyusul serangan kendaraan terhadap kerumunan di sekitar perayaan Christopher Street Day di Berlin.

Serangan yang terjadi di kawasan Tiergarten pada Sabtu malam, 25 Juli 2026, itu menewaskan satu orang dan menyebabkan 29 lainnya mengalami luka-luka. Otoritas Jerman mengklasifikasikan kejadian tersebut sebagai serangan teror yang diduga bermotif ekstremisme Islamis.

"Ini adalah peristiwa tragis sekaligus tindakan yang sangat keji," kata Merz kepada wartawan di Berlin.

Merz menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga mereka. Ia menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh upaya untuk mengusut serangan tersebut serta mengambil langkah yang tegas dan terukur.

Menurutnya, kelompok kriminal dan ekstremis tidak memiliki tempat dalam masyarakat Jerman. Pemerintah juga tidak akan membiarkan terorisme mengancam kebebasan dan kehidupan masyarakat.

"Kami tidak akan membiarkan racun terorisme dan racun yang mengancam kebebasan terus menyebar di masyarakat," ujarnya.

Insiden bermula ketika sebuah minivan menerobos kerumunan di sekitar Taman Tiergarten, tidak jauh dari lokasi perayaan Christopher Street Day atau parade Pride Berlin.

Kendaraan tersebut kemudian menabrak pohon. Terduga pelaku meninggalkan lokasi sehingga aparat melancarkan pencarian di sejumlah wilayah Berlin.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan pelaku tidak hanya menggunakan kendaraan, tetapi juga diduga menyerang sejumlah orang dengan senjata tajam setelah menabrak kerumunan.

Penyelidikan selanjutnya diambil alih Kantor Jaksa Agung Federal karena terdapat dugaan kuat bahwa serangan tersebut berkaitan dengan ekstremisme Islamis.

Terduga pelaku merupakan pria berusia 21 tahun berkewarganegaraan Jerman. Ia disebut pernah masuk dalam pemantauan aparat karena dugaan keterkaitan dengan kelompok ekstremis.

Polisi kemudian menemukan terduga pelaku di kawasan Spandau pada Minggu, 26 Juli 2026. Ia ditembak hingga tewas setelah diduga mendekati petugas sambil membawa senjata tajam.

Merz menegaskan Jerman akan tetap mempertahankan nilai kebebasan, keberagaman, dan kehidupan demokratis meskipun menghadapi ancaman teror.

Pemerintah Jerman juga mengajak masyarakat tetap bersatu dan tidak membiarkan serangan tersebut memicu perpecahan maupun kebencian terhadap kelompok masyarakat tertentu.

ANTARA