BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabut asap pekat hasil kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Palangka Raya, Senin, 27 Juli 2026, Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan kualitas udara serta mengganggu berbagai aktivitas warga ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan pantauan Borneonews di lapangan jarak pandang di sejumlah titik utama kota seperti Jalan Sethadji menurun secara signifikan. Bangunan dan pepohonan di kejauhan tampak samar tertutup asap, membuat suasana terlihat suram sepanjang hari.
Selain gangguan visual, asap pekat ini juga membawa risiko kesehatan yang nyata. Meski banyak pengendara maupun pejalan kaki sudah menggunakan masker, bau asap hasil pembakaran masih tercium sangat tajam dan menusuk, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
Fitri (28), warga Jalan Sethadji yang ditemui saat mengantar keponakannya ke sekolah, mengaku sangat terkejut dengan ketebalan asap yang datang secara tiba-tiba pagi tadi.
“Asapnya sangat pekat, benar-benar mengejutkan saat membuka pintu rumah. Tentu kami khawatir dengan kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Menanggapi situasi yang memburuk, Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan saat ini tim gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi dan Kota Palangka Raya, jajaran TNI-Polri, Dinas Kehutanan, serta para relawan terus dikerahkan ke lokasi.
"Seluruh elemen Satgas Karhutla bekerja keras memadamkan titik api yang masih aktif meski dihadapkan tantangan asap pekat dan cuaca panas, guna mencegah kebakaran meluas lebih jauh," pungkasnya. (PATHUR/j)









