PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palangka Raya sejak Senin, 27 Juli 2026, sehingga membuat sebagian warga mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Bau bakaran tercium cukup menyengat di sejumlah kawasan, di antaranya Jalan G Obos, Mahir Mahar, dan beberapa ruas jalan lainnya.

Kondisi udara tersebut mulai dikeluhkan masyarakat karena dinilai berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Rani, seorang pekerja swasta di Palangka Raya, mengatakan dirinya langsung mengenakan masker saat berangkat menuju tempat kerja karena khawatir terhadap dampak paparan asap bagi kesehatan.

“Pagi tadi saat berangkat kerja sudah tercium bau asap. Saya langsung memakai masker supaya lebih aman ketika berada di luar ruangan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Kevin, seorang pelajar yang berangkat ke sekolah untuk mengikuti upacara bendera.

Ia mengaku telah mencium bau asap yang cukup tajam selama perjalanan menuju sekolah.

“Saat berangkat pagi untuk mengikuti upacara, bau asap sudah cukup menyengat. Semoga kondisinya tidak semakin parah,” ujarnya.

Warga lainnya, Sriwati, berharap pemerintah bersama instansi terkait segera mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab munculnya kabut asap.

Ia juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memperburuk kualitas udara.

“Saya berharap seluruh warga bekerja sama dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah yang dapat menambah kabut asap,” katanya.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin tebal serta menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran di lingkungan sekitar. (MARINI/j)