SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak pada operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Salah satu penerbangan Super Air Jet dari Jakarta menuju Sampit sempat mengalami penundaan selama dua jam akibat kebakaran yang terjadi di sekitar jalur pendekatan pesawat.

"Jadi sementara ini kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotim ini sangat berdampak kepada penerbangan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penundaan penerbangan terjadi pada pekan lalu saat kebakaran melanda kawasan Lingkar Utara yang berada di sekitar runway 13 Bandara H Asan Sampit.

Ia menegaskan penundaan tersebut bukan disebabkan oleh kabut asap yang mengurangi jarak pandang, melainkan karena lokasi api berada di jalur yang digunakan pesawat untuk melakukan manuver pendaratan.

"Kemarin itu bukan karena kabut asap, tapi karena ada kebakaran di runway 13. Sehingga karena itu lintasan mereka untuk melakukan manuver landing, sehingga mereka harus itu di-clear-kan dulu. Sebelum itu clear, mereka tidak berani berangkat dari Jakarta. Sehingga kemarin kami lakukan pemadaman itu bersama BPBD untuk landing," ujarnya.

Raihansyah mengatakan, berkat respons cepat BPBD bersama instansi terkait, kebakaran berhasil dipadamkan sehingga penerbangan tetap dapat berlangsung meski mengalami keterlambatan sekitar dua jam.

Ia menegaskan, hingga kini belum ada penerbangan yang dibatalkan akibat karhutla. Maskapai hanya melakukan penyesuaian jadwal terbang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Memang pesawat sampai saat ini belum ada yang dibatalkan. Cuman pengaturan jam terbang saja melihat situasi kondisi. Mudah-mudahan tidak ada sampai pembatalanlah untuk penerbangan," katanya.

Meski demikian, Raihansyah mengingatkan bahwa apabila karhutla terus meluas, dampaknya bisa lebih besar dan berpotensi mengganggu operasional penerbangan.

"Yang kami takutkan nanti ke depan kalau tidak kita jaga bersama, masyarakat tidak menjaga bersama, ini akan ada penundaan hari penerbangannya. Ya kalau sehari, kalau dua hari tiga hari ini sangat merugikan bagi masyarakat juga terhadap yang mau ke Jakarta, yang mau ke Surabaya ataupun melalui kapal kabut asap dan sebagainya dan juga pasti untuk kesehatan kita," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani.

Pencegahan karhutla bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk melindungi aktivitas transportasi dan perekonomian di Kotim.

Sementara itu, terkait potensi gangguan akibat kabut asap, Raihansyah menyebut kondisi jarak pandang di Bandara H Asan Sampit hingga saat ini masih aman.

"Kalau kabut asapnya sampai saat ini masih karena jam penerbangan kita ini kan tidak ada yang pagi, jadi rata-rata siang alhamdulillah sampai saat ini belum ada terdampak karena jarak pandang masih aman," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)