PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengimbau seluruh pelaku usaha di sektor kesehatan, seperti apotek, toko alat kesehatan, dan distributor, agar tidak menaikkan harga masker maupun tabung oksigen portabel (Oxycan) secara tidak wajar di tengah meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Arif, kondisi kabut asap membuat kebutuhan masyarakat terhadap masker dan perlengkapan kesehatan meningkat. Karena itu, para pelaku usaha diminta tetap menjual produk sesuai harga yang wajar dan tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebihan.

"Saat masyarakat membutuhkan masker dan Oxycan karena kabut asap, jangan sampai ada pihak yang menaikkan harga secara drastis. Kebutuhan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Selain itu, Arif juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik penimbunan masker maupun Oxycan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran. Ia meminta instansi terkait bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan produk kesehatan selama musim karhutla.

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu memastikan stok masker dan Oxycan tetap tersedia sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan mudah apabila kualitas udara terus memburuk.

"Kami harap seluruh pelaku usaha menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan tetap menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang, sehingga kebutuhan kesehatan warga dapat terpenuhi selama menghadapi dampak kabut asap karhutla," harapnya. (MARINI/Y)