PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Caritas Keuskupan Palangka Raya mengajak umat untuk bersama-sama memanjatkan doa memohon turunnya hujan sekaligus perlindungan dari dampak kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Direktur PSE Caritas Keuskupan Palangka Raya, RD Alfonsus Danang Widhi Anggoro, mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian dan pengharapan di tengah kondisi lingkungan yang menghadapi ancaman kekeringan dan kabut asap.

"Melalui doa ini, kita memohon curahan rahmat Tuhan bagi bumi yang sedang mengalami kekeringan. Kita memohon turunnya hujan yang membawa kesejukan, menyegarkan tanah, sekaligus menghapus debu dan kabut asap yang menyelimuti udara kita," ujar Pastor Danang kepada Borneonews pada Senin, 27 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang terdampak kabut asap tidak hanya menjadi persoalan alam, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, umat diajak untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mengambil bagian dalam upaya menjaganya.

Pastor Danang juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memohon perlindungan bagi keluarga dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan dari bahaya kabut asap serta berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan. Doa tersebut sekaligus menjadi pengingat agar manusia semakin bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian bumi.

"Jadikanlah kami alat kedamaian dan penjaga bumi yang Engkau percayakan kepada kami," demikian doa yang disampaikan dalam ajakan tersebut.

Caritas Keuskupan Palangka Raya berharap doa dan kepedulian bersama dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi lingkungan saat ini. Masyarakat juga diingatkan untuk terus menjaga lingkungan dan mencegah berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Berdoa, peduli, bertindak. Hujan adalah berkat, udara bersih adalah rahmat. Bersama kita jaga kehidupan," pesan Caritas Keuskupan Palangka Raya.(TESTI PRISCILLA/y)