BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Kota Palangka Raya yang kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah masih terjadinya pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat.
Menurut Rana, dua persoalan tersebut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat terganggunya operasional hingga kerusakan peralatan elektronik.
"Kami prihatin dengan kondisi yang dihadapi masyarakat. Kabut asap mulai mengganggu kesehatan, sementara pemadaman listrik bergilir juga berdampak pada aktivitas usaha dan bahkan memicu kekhawatiran terjadinya kebakaran rumah akibat penggunaan lilin maupun peralatan listrik ketika aliran listrik kembali menyala," ujarnya,Senin 27 Juli 2026.
Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memperkuat penanganan karhutla agar kabut asap tidak semakin meluas, sekaligus berkoordinasi dengan PLN untuk meminimalkan dampak pemadaman listrik terhadap masyarakat.
Rana juga mengimbau masyarakat tetap waspada selama musim kemarau dengan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, menghemat penggunaan listrik, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman untuk mencegah risiko kebakaran.
Selain itu, ia berharap bantuan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak dapat disiapkan apabila kondisi kabut asap dan gangguan kelistrikan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
"Sinergi antara pemerintah, PLN, aparat, dan masyarakat sangat diperlukan agar penanganan karhutla berjalan optimal serta pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan musim kemarau," tegasnya. (MARINI/H)









